Jumat, 19 Desember 2014

KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SALAH SATU PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN!


Dasarnya:
1.  Permendiknas no 63 tahun 2009 tentang Sistem penjamin mutu pendidikan.
2. Permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar KS

Didalam permendiknas nomor 63 tahun 2009 disalah satu pasal disebutkan sebagai berikut ....
Mutu pendidikan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat di raih dari penerapan sistem pendidikan nasional
Penjamin mutu adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program penddikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemda, pemerintah masyarakat untuk meraih tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan
Mengingat  KS adalah salah satu penyelenggara satuan maka KS adalah sebagai salah penjamin mutu pendidikan
.

Jumat, 12 Desember 2014

STOP UJIAN NASIONAL !

STOP UJIAN NASIONAL ! HAPUS DULU PP NO 19 TH 2005 yunto PP 32 th 2013  !

Setiap tahun sekolah berkewajiban menyusun KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), sebelum proses pembelajaran sekolah berlangsung. KTSP di susun oleh tim pengembang kurikulum di sekolah tersebut, bahkan KTSP di sahkah oleh Komite sekolah dan di validasi oleh pemangku kepentingan. Penyusunan KTSP berpedoman pada rambu2 yang dibuat oleh BSNP. KTSP itu bukan kepanjangan kata siape ! Tapi bener disusun oleh Punggowo sekolah setelah dianalisis.......
Singkat cerita dalam KTSP mesti mencantumkan PP 72 ayat (1) ..

Kamis, 27 November 2014

BERMUTU DULU, SEJAHTERA KEMUDIAN !

Guru diminta untuk selalu meningkatkan mutu ajar kepada siswa. Hakitu disampaikan oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla (JK) saat mengahadiri acara puncak Hari guru dan ulang tahun ke 69 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Istitora Senayan Jakarta, kemarin (27-11-2014)
JK mengatakannya saat menjawab tututan  peningkatan kesejahteraan yang disampaikan Ketua PGRI Sulistyo dalam sambutan sebelumnya.
"Saya tegas ini. Karena tadi ketua PGRI bicara tentang kesejahteraan ada tepuk tangan luar biasa, tetapi waktu bicara tentang mutu tidak ada tepuk tangan. Padahal tidak ada kesejahteraan tanpa mutu.
Peningkatan mutu guru itu menurut beliau, penting untuk mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat. Dengan mengikuti perkembangan guru tidak akan tertinggal. Dalam peningkatan mutu guru beliau mememinta pihak sekolah terlibat (Sumber Jawa Post Jumat 28 Nopember 2014)

Selasa, 02 September 2014

PENDIDIKAN MURAH

PENDIDIKAN MURAH DI TULUNGAGUNG UNTUK SI MISKIN.

Tulungagung - Bupati Tulungagung Syahri Mulyo berjanji mengevaluasi seluruh kebijakan pendidikan di daerahnya, terutama menyangkut aneka pungutan sekolah yang selama ini kerap dikeluhkan orang tua siswa.

"Kami akan evaluasi semua kebijakan sebelumnya demi mewujudkan pendidikan murah sebagai skala prioritas pembangunan jangka pendek," katanya usai sidang paripurna pengambilan sumpah jabatan dan pelantikannya sebagai Bupati Tulungagung periode 2013-2018, Selasa.Ia hanya menyebut beberapa contoh kebijakan pungutan sekolah, seperti uang gedung dan biaya seragam bagi siswa baru maupun saat pergantian tahun ajaran baru.

Minggu, 02 Februari 2014

PROGRAM KERJA KU

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  Nomor 21 Tahun 2010 Tentang  Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya menjelaskan bahwa Pengawas Sekolah berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pengawasan akademik dan manjerial pada sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan dan memiliki tugas pokok melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial, meliputi: 1) Penyusunan Program Pengawasan; 2) Pelaksanaan Pembinaan Guru dan Kepala Sekolah ; 3) Pemantauan Pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan; 4) Penilaian, Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kemampuan profesional; 5) Melaksanakan Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Pengawasan; dan 6) Pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus.
Pengawasan adalah bantuan profesional kesejawatan melalui dialog  masalah pendidikan dalam rangka membantu guru, kepala sekolah/madrasah dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah/ madrasah binaannya. Pengawasan juga dapat diartikan sebagai proses kegiatan pemantauan untuk memastikan bahwa kegiatan di sekolah/ madrasah terlaksana seperti yang direncanakan. Selain itu, pengawasan juga dapat diartikan kegiatan mengoreksi untuk memperbaiki kesalahan atau penyimpangan yang terjadi selama pengelolaan pendidikan di sekolah. Dengan kata lain, pengawasan pendidikan adalah fungsi manajemen pendidikan yang harus diaktualisasikan. Adapun, ruang lingkup kepengawasan

Senin, 27 Januari 2014

REKRUMEN SECARA ONLINE DAN OF LINE NARA SUMBER DAN INSTRUKTUR NASIONAL KURIKULUM 2013


Berawal dari inbox temen guru di salah satu SMP di kotaku, kalau MGMP mandiri katanya "Negara dalam Negara". Pada waktu itu menulis status saya di FB ku  " Yuk daftar instruktur kurikulum 2013 secara on line
Jangan samapi ketinggalan Makane perlu pertemuan MGMP"  
https://www.facebook.com/sri.w.purwati


REKRUMEN SECARA ONLINE DAN OF LINE NARA SUMBER DAN INSTRUKTUR NASIONAL KURIKULUM 2013

Rekrutmen Secara Daring Narasumber dan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 ~ Pelaksanaan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 pada tahun 2014 ini membutuhkan tenaga instruktur nasional yang jumlahnya tidak sedikit. Paling tidak dibutuhkan sebanyak 33.000 orang Instruktur Nasional.

Minggu, 19 Mei 2013

KEBANGKITAN NASIONAL



Pendahuluan 
Senin Wage, tanggal 20 Mei 2013 diperingati hari Kebangkitan Nasional Ke 105, dengan tema "DENGAN SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL, KITA WUJUDKAN DEMOKRASI BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 MENUJU INDONESIA YANG MAJU DAN MODERN DALAM BINGKAI NKRI".Sub tema :
"Dengan Semangat Demokrasi Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, Kita Sukseskan Penyelenggaraan Pesta Demokrasi yang Adil dan Beradab".
Sejarah
U
ntuk membangkitkan jiwa kebangsaan dan rasa harga diri yang kuat terhadap seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, kaum terpelajar yang dipelopori oleh dr. Wahidin Sudirohusodo dan (pemuda) Sutomo mulai menggerakkan para pemuda dan pelajar Indonesia untuk membentuk organisasi yang akan bergerak dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik.