Sabtu, 31 Desember 2011

SELAMAT TAHUN BARU

TAHUN 2012 Semenit, sedetik, sejam, sehari, seminggu, sebulan dan ...... ah kok dah setahun terasa cepat terlewat, ibarat naik pesawat, gak terasa sudah lagi mendarat di tahun 2012, Tahun kuda katanya..... kudanya kuda pedati, membuat anak negeri semakin pandai, kudanya kuda pacu, membuat negeri bisa maju. kudanya kuda lumping, he he jangan sampai anak negeri menjadi sinting, kudanya dipakai dokar, jangan sampai anak negeri saling mencakar Ya Robb.... Ampuni aku ditahun yang lalu Bimbing hambamu untuk menyosong tahun baru menuju ke jalanMU Subuh, 1 Januari 2012

Sabtu, 26 November 2011

SELAMAT TAHUN BARU 1433 H

Selamat tahun baru Islam 1433 H. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmahnya dengan lebih mempertebal keimanan kita kepada Allah, tempat kita menyembah. Marilah kita merenung sejenak di hari bahagia ini, tahun baru yang kita peringati dengan penuh kesederhanaan, tapi penuh kebermaknaan didalam dada ini, dengan sepenuh hati menyintaiMU ya Robb penguasa alam semesta, dan nabi utusanMU Muhammad SAW.

Doa kupanjatkan padaMU ya ALLah di tahun baru ini, bimbinglah anak negeri ini kejalanMU, penuh cinta, kasih sayang antar sesama, penuh kedamaian, dan jauhkan kami dari dengki iri, pertikaian

SELAMAT TAHUN BARU. SALAM INDONESIAKU

Sabtu, 06 Agustus 2011

TANDA-TANDA KEHANCURAN BANGSA INDONESIA ADA DI DEPAN MATA


Menurut Thomas Lickona (Sutawi, 2010), ada 10 aspek degradasi moral yang melanda suatu negara yang merupakan tanda-tanda kehancuran suatu bangsa.Kesepuluh tanda tersebut adalah:

1. meningkatnya kekerasan pada remaja
2. penggunaan kata-kata yang memburuk
3. pengaruh peer group (rekan kelompok) yang kuat dalam tindak kekerasan
4. meningkatnya penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas
5. kaburnya batasan moral baik-buruk,
6. menurunnya etos kerja
7. rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru
8. rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara
9. membudayanya ketidakjujuran
10. adanya saling curiga dan kebencian di antara sesama.

Sabtu, 16 Juli 2011

BOM WAKTU YANG SIAP MELEDAK KALAU PEMETAAN PNS DIDAERAH BELUM TUNTAS


Rencana pemerintah untuk melakukan moratorium penerimaan PNS terus dimatangkan, dan nantinya kebijakan itu akan diterapkan dengan keputusan Presiden . Kebijakan tersebut perlu mendapat acungan jempol hal ini untuk mengantisipasi kebangkrutan negara karena tidak dapat membayar PNS. Bahkan 249 daerah menghabiskan APBD untuk membiayai gaji aparatnya.

Minggu, 26 Juni 2011

Senin, 20 Juni 2011

PENGAWAS SEKOLAH ADALAH GURU BUKAN DARI PEJABAT STRUKTURAL


A. Syarat menjadi Pengawas Sekolah
Berbicara syarat menjadi Pengawas Sekolah tidak lepas Permendiknas nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas/Madrasah.
Syarat-syarat tersebut antara lain:
Kualifikasi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut :

Minggu, 19 Juni 2011

KETIDAK JUJURAN MENELAN KORBAN

Terbongkarnya aksi menyontek massal di SDN Gadel II Surabaya pada pelaksanakan ujian nasional 2011, akhirnya menjadi isu nasional. Itu tulisan Jawa Post tertanggal 14 Juni 2011. Siami orang tua siswa membongkar bobroknya para oknom pendidik dan tenaga kependidikan. Mereka seharus menebarkan virus kejujuran dikalangan peserta didik malah menjadi biangnya ketidak jujuran.

Siapa yang menjadi korban ?
1) Peserta didik (PERTADIK). Pertadik jelas yang menjadi korban pertama. Pertadik yg seharus didik dengan nilai-nilai baik (kejujuran) malah didoktrin untuk berbagi jawaban. Pendidik lupa bahwa standar ketuntasan kelulusan (permendiknas 23 th 2006)antara lain ahklak mulia dan kepribadian. Masalah berkembang sampai terjadi pengusiran, inilah yang menjadi trumatik bagi Pertadik yg tidak terlupakan dalam hidupnya. Masih Untung Pertadik mendapat pendamping dari Komnas Perlindungan anak, dan lebih untung lagi contek massal itu terjadinya di ibu kota propinsi Jawa Timur Surabaya kampung Bpk Mendiknas sehingga cepat ditangani dan diambil tindakan. Seandainya Ibu Siami dan putranya rumahnya lereng gunung, apa secepat itu mendapat penanganan dari pemangku kepentingan, waktu yang membuktikan... mungkin Ibu Siami2 lainnya akan menjadi korban ketidak jujuran.
2) Guru menjadi korban kedua. Oknom guru yang menjadi aktor ini juga menjadi korban kurang menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Ada dua kemungkinan oknom tersebut digerakan oleh sistem atau mereka bergerak atas insiatif sendiri diluar sistem, inilah yang masih ramang-remang dan menjadi catatan buram di dunia pendidkan. Karena sudah terjadi apakah guru tersebut mendapat pendampingan dari Organisasi profesi misalnya PGRI atau yang lainnya, sebelum dijatuhkan sanksi tidak boleh mengajar selama dua tahun dan penurun pangkat.
3) Kepala Sekolah korban selanjutnya. Benarkah hanya untuk mengejar kelulusan saja kepala sekolah mengorbankan kompetesinya sebagai Kepala sekolah yang telah melekat di dirinya? dan KS juga membaca, mengerti, dan memahami POS, petunjuk teknis kelulusan. Kepala sekolah apakah sudah mendapat pendampingan dari organisiasi profesi ?

Ada ganjalan dalam hati ini, dalam aturan pelaksanaan ujian SD peran pengawas ujian menentukan. Seandainya pengawas ruang bekerja sesuai dengan TUPOKSInya saya kira nyontek massal tidak akan terjadi, atau mereka membiarkan. Mengapa mereka belum tersentuh sama sekali ?

Menegakan kejujuran dimulai dari diri sendiri

Kejujuran dari kata jujur artinya sesuai apa adanya, sesuai dengan kenyataannya.
Gejala ketidak jujuran dalam UAN, disaya rasakan ketika standar kelulusan mulai merangkak naik. Tahun 2003 standar kelulusan 3,25 tahun berikutnya 4.00, 4,25, 5.00 dan 5,25. dan mulai tidak ada ujian ulang. Sebetulnya kalau di baca POS dan petunjuk pelaksanaan itu tidak masalah. Apabila tidak lulus ada ujian paket (setara)

UAN kepanjangan Ujian Akhir Nasional bukan Ujung2nya Aku Nyontek. Itu celoteh murid ketika pelajaran PKn berlangsung itu terjadi tahun 2008.
Mari kita repleksi pelaksanaan UAN yang baru kita lalui, yang jelek kita buang, yang kurang diperbaiki dan yang baik kita pertahankan dan kita tingkatkan .
Mari kita budayakan kejujuran, dimulai dari diri sendiri sesuai peran kita masing-masing. Amin

Kamis, 02 Juni 2011

ISI PIDATO HJ HABIBI PADA HARI LAHIRNYA PANCASILA

Pada peringatan puncak Hari Lahir Pancasila di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011), BJ Habibie — di samping Presiden Kelima Megawati dan Presiden SBY menyampaikan pidato pada hadirin. Berikut ini teks pidato lengkap Habibie yang disampaikan dalam acara yang digelar .
Assalamu ‘alaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua.
Hari ini tanggal 1 Juni 2011, enam puluh enam tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi dasar Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka.


Senin, 01 Maret 2010

TERBUKA ITU SANGAT MENANTANG. SIAPA TAKUT ?

KIP sebagai Produk Hukum
KIT adalah sebuah produk hukum yang berbentuk UU nomor 14 tahun 2008. KIP sebagai landasan hukum berkaitan dengan:
1. hak setiap orang untuk memperoleh informasi;
2. kewajibab Badan Publik menyediakan dan melayani permintaan Informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan/proposional, dan cara sederhana;
3. pengecualian bersifat ketat dan terbatas;
4. kewajiban Badan Publik untuk membenahi system dokumentasi dan pelayanan Informasi.

Siapa saja yang diwajibkan membuka akses informasi public itu?
Setiap Badan Publik mempunyai kewajiban untuk membuka akses atas Informasi Publik yang berkaitan dengan Badan Publik tersebut untuk masyarakat luas.

Siapa saja Badan Publik itu ? .
Yang termasuk Badan Publik antara lain, sebagai berikut:
1. Lembaga Yudikatif,
2. Lembaga Eksekutif,
3. Lembaga legeslatif, serta
4. penyelenggara Negara lainnya yang mendapat dana dari APBN dan APBD dan mencakup pula organisasi non pemerintah, baik badan hukum maupun yang tidak berbadan hukum , seperti LSM, perkumpulan, serta organisasi lainya yang mengelola atau menggunakan dana yang sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN atau APBD, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negari .

Melalui mekanisme dan pelaksanaan prinsip keterbukaan, akan tercipta pemerintahan yang baik dan peran serta masyarakat yang tranparan dan akuntabilitas yang tinggi salah satu prasarat untuk mewujudkan demokrasi yang hakiki.
Dengan membuka akses public terhadap Informasi diharapkan Badan Publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayan masyarakat.

Kapan itu dilaksanakan ?
UU ini berlaku 2 (dua) tahun sejak tanggal diundangkan(UU no 14 th 2008: pasal: 64). Tepatnya 1 April 2010 sebab UU itu diundang pada tanggal 30 April 2008.
Jangan salah sangka dulu, Yang saya maksud menantang dan terbuka disini adalah KIP (KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK) . UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Infomasi Publik , itu indah didengar, dirasakan dan mungkin sebuah tantangan untuk dilaksanakan. Siapa takut !!! Satu bulan lagi

Rasionalisasi

UUD RI tahun 1945 pasal 28 F disebutkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Untuk memberikan jaminan terhadap semua orang dalam memperoleh informasi, perlu diatur dalam sebuah UU.

Kamis, 25 Februari 2010

SANG PEMIMPIN UMAT

Nabi Muhammad SAW adalah keturunan bangsawan Quraiys, ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusai bin Kilab Murrah dari golongan Arab Ismail. Ibunya bernama Aminah binti Wahab binti Abdul Manaf bin Kilab bin Murrah. Nabi Muhammad SAW lahir, pada 12 Rabiulawal tahun gajah 20 April 571 M.

Disebut tahun gajah karena pada saat kelahiran Nabi Muhammad bersamaan dengan peristiwa pemberontakan yang dipinpim oleh Abrahah dengan segenap pasukan gajahnya. dengan tujuan menghancurkan Kakbah. Allah berkehendak lain. Allah mengirimkan burung ababil untuk menghancurkan pasukan Abrahah, sehingga penyerangan Kakbah gagal total. (baca lebih lanjut Surah Al-Fil)
Menjelang kelahiran Nabi Muhammad situasi masyarakat Makkah dan sekitar pada saat itu sedang mengalami zaman kekegelapan. Masyarakat Makkah kehilangan kendali, tidak ada panutan yang dapat menuntun kearah kebaikan, adanya hanya kehidupan jahiliah. Zaman jahiliah yakni zaman kebodohan atau kegelapan terhadap kebenaran.

Tujuh bulan dalam kandungan, Nabi Muhammad SAW sudah menjadi anak yatim. Setelah lahir disusukan dan dititipkan ke pengasuhnya bernama Halimah Sa’diyah dari Bani Saad kailah Hawazim, sampai umur lima tahun.

Nabi Muhammad SAW dikembalikan kepangkuan ibu setelah umur lima tahun. Setahun kemudian Nabi diajak ibudanya pergi ke Madinah, dengan maksud menunjuknan makam ayahandanya, dan tinggal di Madinah selama satu bulan. Pada waktu pulang dari Madinah ke Makkah ibunda Nabi Muhammad meninggal dunia, dimakamkan di desa Aba’wah. Nabi Muhammad menjadi yatim piatu pada umur enam tahun, kemudian diasuh oleh Abdul Mutholib, sang kakek. Buaihan kasih sayang kakek tak berjalan lama. Kakek Nabi Muhammad SAW meninggal pada usia 82 tahun, Nabi Muhammad SAW waktu itu usianya 8 tahun, kemudian diasuh oleh sang paman Abu Tholib.

Pemimpin simpatik

Sejak usia anak-anak sehingga dewasa Nabi Muhammad SAW memiliki kepribadian yang sangat terpuji. Beliau dikenal cerdas, jujur, berbudi luhur, dan berperilaku yang santun, bekerja keras, mandiri. Banyak yang suka pada beliau, termasuk Siti Khadijah. Siti Khadijah seorang janda dan pedagang kaya raya. Karena itu Siti Khadijah menjadikan suami. Kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW diliputi kebahagian. Menerapkan prinsip hidup sederhana, suka menolong, sehingga masyarakat sekitarnya meneladaninnya.

Kepemimpinan yang diejawantahkan dan diwariskan Nabi Muhammad SAW kepada orang sesudahnya adalah kepemimpin penuh simpatik. Tidak ada tindakan yang mengatasnamakan umatnya demi hajatnya sendiri. Tetapi, seluruh yang dimiliki dia ditumpahkan dengan penuh kasih sayang terhadap umatnya. terutama dikalangan yang malang dan papa.

Sebagai pemimpin, keberpihakan Nabi Muhammad SAW kepada umat betul-betul ditumpahkan secara lahir dan bathin. Artinya kesejahteran antara materi dan spiritual seimbang. Kesejahteraan umat sangat penting namun, fondasi spiritual atau bathiniah merupakan fondasi paling kukuh tegaknya kebahagian umat. Umat sekelingnya betul-betul merupakan tumpuan perhatian nabi. Derita umatnya deritanya, kebahagia umatnya, kebahagiannya. Mudah-mudahan kita dijaman sekarang dapat mengambil hikmah dari kepeminpinannya, insa’Allah krisis multidimensi dapat kita hindari. Amin.




Minggu, 21 Februari 2010

MENDIDIK DENGAN HATI DAN KEIKHLASAN

Minggu ke 3 bulan Januari 2010 aku mendapat undangan mendengarkan pengarahan dari Petinggi Pendidikan yaitu Bapak Menteri yaitu Bapak Nuh. Dalam hatiku berkata “Betulkah bapak menteri mau mampir di Pendopo Kabupaten ?”. Alhamdulilah siang itu beliau datang bersama rombongan . Bapak Menteri memperkenalkan dan salah satu dari rombongan adalah putra daerah. AlhamdulilahPengarahan Bapak Menteri

Suasana saat itu santai. Dengan tutur kata yang khas seorang pendidik, kalem sabar, dengan bahasa Jawa dan campur khas Suroboyoan memberi bekal yang mendengarkan. Bagi aku pribadi yang menyentuh hati ada dua hal yaitu (1) mendidik itu harus dengan hati, mendoakan anak didik yang belum mau belajar, anak-anak yang masih mbandel, anak –anak didik kita nakal dan sebagainya. “Sudahkah kita mendoakan mereka, seusai sholat ?”. (2) Bekerja harus dilandasi keikhlasan.

Mendoakan Anak Didik
“Sudahkah kita berdoa dihkususkan kepada anak didik kita?, dan bekerja dilandasi keikhlasan”. Kata Bapak Menteri. Kata-kata itu terus mengusik pikiranku. Mendoakan anak didik . Inilah yang sering aku lupakan. Akibatnya hubungan antara aku dengan anak didik seperti ada kabut yang tipis yang sulit aku tebus, dan memisahkan aku dan anak muridku. Mengapa akhir-akhir ini anak muridku kurang merespon pembelajaran , interaksi dalam pembelajaran hanya dipermukaan saja ?. Padahal segala strategi dan metode sudah ku coba, hasilnya ……… dan setelah mendapat pengarahan oh ini lho jawabnya mendidik dengan hati dan doa yang aku abaikan.

Bekerja dengan keikhlasan
Sepulang dari pendopo, dan selesai sholat aku merenung. Dan memikirkan kata-kata Pak Menteri yang kedua keikhlasan, dan beliau memberi rujukan dalam pengarahannya yaitu Tanbihul Ghafilin Aku teringat di TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang aku kelola sepertinya ada buku Tanbihul Ghafilin (pengingat manusia yang lengah).
Dalam buku Tanbihul Ghafilin karangan Al-faqih Abu Laits Samarqandy alih bahasa Abu Imam Taqyuddin, BA Penerbit Mutiara Ilmu Surabaya tahun 1986. BAB 1 Tentang Ikhlash .

Al- faqih ,meriwayatkan dengan sanadnya dari Amr Maula Mutalib dari Ashim dan Muhammad Labied, Nabi saw, bersabda "Syirik Kecil adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kalian, lalu para sahabat bertanya, apakah syirik kecil itu, ya rosul? Jawab beliau: “ Riya-k, besuk dihari Kiamat, Allah menyuruh mereka mencari pahala amalnya, kepada siapa tujuan amal mereka itu, FirmanNya: “Carilah manusia yang waktu disanjung oleh mereka, mintalah pahala kepada mereka itu”.

Al-Fahih menegaskan: Mereka diperlakukan kasar, adalah wajar, karena mereka di dunia hanyalah penipuan belaka, Firman Allah: “Bawasannya orang-orang Munafik itu menipu Allah, dan Dia pandai membalasnya, ketika sholat, mereka malas melakukannnya, hanya pujian manusialah tujuan utamanya. Mereka tidak mengingat Allah, kecuali sedikit” (Al-Nisa-k 142)
Oleh karenanya semua amalnya mereka batal, tidak sampai kepada Allah dan Allah lepas dari mereka. Demikianlah amal yang tidak disertai dengan keikhlasan.

Al-Faqih meriwayatkan dengan samadnya dari Abu Hurairah, katanya Nabi saw bersabda: Allah swt. Berfirman: “Aku tidak memerlukan sekutu ataupun amal yang syirik padaKu, barang siapa melakukannya, maka terlepas dariKu (bukan urusanKu)” (Al-Hadits Qudsi)
Dalam hadits tersebut mengandung pengertian bahwa: Amal baik apapun yang dilakukan tanpa ikhlas, tidak akan diterima dan tiada balasanya kecuali neraka.

Dasar firman Allah: “Barang siapa menghendaki kesenangan dunia (dengan amalnya), maka Kamipun memenuhinya di dunia, apa yang Kami kehendaki bagi keinginannya, kemudian Kami masukkan dia ke neraka, keadaannya sangat hina dan terusir ( jauh dari rahmadNya)”. (Al-Isra-k 18), “Dan barang siapa menghendaki kesenangan di akherat (dari pahala amalnya) degan sepenuh hati melakukannya secra ikhlas dan beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya diterima (amalnya memperoleh pahala)”. (Al-Isra-k 19).

Mudah-mudahan ini memotivasiku untuk bekerja (mendidik) dengan hati dan keiklasan. Amin

Selasa, 07 April 2009

UAN = UJIAN AKHIR NASIONAL BUKAN UJUNG-UJUNGNYA AKU NYONTEK

Ribuan siswa tak lulus. Hasil Try Out SMP dan SMA yang diadakan pada pertengahan Februari 2009. Yang sempat tereskpos surat kabar antara lain: SMP 21 %. dan SMA 55 % IPA dan IPS hanya 10 %. Ini menjadi peringatan bagi siswa kelas IX SMP atau XII SMA kalau mau lolos dari lobang jarum. Koran Ratu (Radar Tulungagung tgl: 16 Maret 2009). Hasil try out daerah seperti Blitar Kota 25 %, Tulungagung 25% dan Surabaya berapa prosen, yang jelas jeblok. Pertanyaannya yang mengusik dalam hati. Bisakah target 98 - 100 % lulus dapat dicapai oleh peserta UAN dalam waktu kurang dai 2 bulan ?

Selasa, 31 Maret 2009

TANTANGAN GEBRAKAN PERTAMA DALAM 100 HARI MEMIMPIN JATIM

Dana BOS untuk SD, dan SMP sekarang ini, dapat dinikmati oleh masyaraka, berkat gebrakan pertama dari program seratus hari Gubenur Iman Utomo, ter[ilih pada saat itu. Gebrakan diteruskan oleh Pemerintahan Gubernur Pak De dan Gus Ipul dalam seratus hari adalah sebagai berikut:

Propinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menjadi lembaga pemerintahan daerah pertama di Indonesia yang mulai menerapkan pendidikan anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) menjadi kurikulum pendidikan. Kurikulum tersebut akan menjadi mata pelajaran dari siswa tingkat SD/MI, SLTP/MTs, dan SLTA/MA. Sebelum diterapkan menjadi bidang studi, program tersebut dilaunching Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo bersama Jaksa Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Dr Marwan Effendy SH dengan bupati/walikota di kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Rabu (11/3).
Gubernur Jatim mengatakan, dalam penerapan pendidikan Anti KKN menjadi kurikulum, pemprop meminta dukungan pada pemerintan kabupaten/kota. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan bidang studi tersebut pada semua lembaga pendidikan di wilayahnya.
Tujuan yang hendak dicapai dalam pedidikan Anti KKN di sekolah adalah untuk menanamkan nilai-nilai dan sikap hidup Anti KKN kepada warga sekolah, menumbuhkan kebiasaan perilaku Anti KKN dan mengembangkan kreativitas warga sekolah dalam memasyarakatkan dan membudayakan perilaku Anti KKN.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr Rasiyo MSi mengatakan, setelah dilaunching, kurikulum ini langsung diterapkan pada semua lembaga pendidikan dari jenjang pendidikan tingkat SD sampai SLTA. Setelah diterapkan dalam beberapa waktu, penerapan kurikulum ini nantinya akan dievaluasi baik pada kajian keilmuannya metode pengajarannya, maupun manfaat yang didapat siswa sebagai anak didik.
Evaluasi juga dilakukan untuk mengindentifikasi dan mengkompilasi jumlah sekolah yang melaksanakan pendidikan Anti KKN di setiap jenjang, menilai peningkatan jumlah sekolah yang melaksanakan pendidikan Anti KKN dari waktu ke waktu, mengidentifikasi pola integritas pendidikan Anti KKN yang dilaksanakan di setiap sekolah dan menilai efektivitas dukungan dari intansi terkait, dunia usaha, Ormas, dan pihak-pihak lain terhadap pelaksanaan pendidikan Anti KKN di sekolah. (jal) (www.jatimprov.go.id)
Sosialisasi gencar dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi kepada sekolah sebagai pelaksana kurikulum tersebut dalam setiap kesempatan, misal pada waktu temu, koordinasi dan sinkronisasi sekolah di Jawa Timur baik sekolah negeri maupun swasta, di Kota dingin Bati Malang. Bahkan setiap kabupaten di Jawa Timur akan ada satu SD, SMP dan SMA yang akan dijadikan proyek percontohan. Dan untuk sementara mata pelajaran : (1) Pendidikan Agama, (2) Pendidikan Kewraganegaraan, dan (3) Bahasa Indonesia.
100 hari, dengan kurikulum baru, yang menjadi tren sekarang ini yaitu anti KKN, dimasukan dalam mata pelajaran, mudah-mudahan mendapat sambutan dari Pemda..
Tantangan yang menghadang antara lain: (1) Guru. Perlu mendapat penyegaran, mengenai pengetrapan dalam pembelajaran, tidak cukup hanya getok tular. Jika guru menggunakan strategi pembelajaran dengan CTL maka laboratoriumnya yang paling dekat adalah persekolahan. Sampai sejauh mana ? (2) Sekolah. Ini akan menjadi momok sebagian besar sekolah mengingat Manajemen Berbasis Sekolah masih belum tranparan karena masih belum ada keterbukaan dari pihak pemerintah daerah, dan dinas pendidikan itu sendiri masih ada pungutan/ kontribusi segala macam grant, yang keberadaannya sulit dilacak, itu ada tapi tidak nampa (3) Pemerintah Kabupaten. Dana sharing untuk BOS saja belum dianggarkan karena Pemkab tidak mempunyai Perda Pendidikan, dewan pendidikan tidur nyenyak, DPRD masih kampanye, LSMnya sudah tutup mulut. Itu sebagian tantangan.
Peluang dalam pengetrapkan kurikulum anti KKN. Untuk mecapai Indonesia Baru butuh perjuangan dan iklas dan tulus, dari penggede-penggede Negara ini dari tingkat yang paling bawah sendiri guru, KS, Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah Kabupaten, dan Pemerintah Propinsi maka untuk mewujudkan cita-cita para pembentuk Negara ini yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan rakyat akan tercapai, aku percaya itu.

Kamis, 19 Maret 2009

PENDIDIKAN GRATIS SIAPA TAKUT !


Aku amati ibu-ibu disekitar rumahku sedang berbelanja sayur-sayuran. Mulai jam 06.00 pagi sudah banyak yang belanja dan biasa berbelanja sambil mengajak putra/putri mereka, ada yang digendong, ada yang naik sepeda dan ada yang berjalan sendiri. Pada waktu orang tuanya berbelanja anak-anak asyik bermain sendiri, kadang diwarnai pertengkaran pokoknya dunia anak ada pada mereka. Yang mengusik pikiranku adalah seandainya anak ini dikumpulkan, disediakan tempat bermain, dibimbing oleh guru, tentu anak-anak ini akan tumbuh kembang (Golden Age).

Pada waktu itu, awal Januari 2002. Aku sudah tidak biasa menahan keinginan, kerisauan hatiku ini untuk membuat tempat bermain. Ku utarakan maksudku pada suami dan anak-anak, apakah boleh aku membuat tempat bermain bagi tetangga-tetangga sekitar rumah ? Aku ketemukaan alasanku antara lain: (1) tetangga adalah keluarga yang terdekat kita, (2) kita biasanya disibukan dengan pekerjaan rutin, dengan menyediakan tempat bermain maka menyambung silaturohim dengan tetangga (3) pekerjaanku adalah guru maka dunia yang paling dekat dan melekat adalah persekolahan. (4) dapat digunakan sebagai laboratorium bagiku. Baru seminggu kemudian aku mendapat ijin dari orang rumah. Alhamdulilah.
Garasi ukuran 3 X 5 m ku sulat menjadi tempat bermain. Kuundang para tetangga termasuk Bu RT, Ketua PKK untuk berembuk perlu adanya tempat bermain. Dengan senang hati mereka menyambut berdiri tempat bermain akan tetapi dengan syarat GRATIS. Alhamdulilah tempat bermain tersebut di beri nama “PADU ANAK BANGSA” dengan Visi “Cerdas Ceria Berlandaskan Iman dan Taqwa” sedang Misinya antara lain: (1) Meletakan dasar pengembangan sikap pengetahuan, ketrampilan dan daya cipta yang dibutuhkan peserta didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan agar siap memasuki pendidikan dasar dan pertumbuhan selanjutnya, (2) Menyejahterakan peserta didik dengan mengutamakan kegiatan bermain dan pendidikan pra sekolah bagi peserta didik usia 3 tahun sampai memasuki pendidikan dasar. Rombangan belajar paling banyak 15 orang dan yang lebih diutamakan tetangga dekat rumah.
Dua tahun menempati garasi, kemudian menempati ruang terbuka yang disekat menjadi ruang kelas, ruang buku, ruang baca, ruang bermain, mushola, WC, dapur, fasilitas meja – kursi, computer, panggung boneka, mainan anak dan sebagainya, tersedia berkat bantuan teman-teman guru, agen Koran, pegawai bank, bakul jajan dekat rumah, dia menyumbang kue onde-onde setiap minggu pokoknya tempat bermain ini milik mereka.
Sumber dana lainnya : dari donatur tetap Rp. 300.000,- setiap bulan, ini agak membantu untuk gaji guru dan lain-lain. Anda mau berpartisipasi kirimkan BRI Unit Kedungwaru No rekening: 33220125 atas nama “PADU ANAK BANGSA” Jl. Pahlawan 1/1a Tulungagung.

Sabtu, 14 Maret 2009

BEDAH BUKU Dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren Santri-santri Negarawan Majapahit sebelum Walisongo dan Babat Pondok Tegalsari


Judul buku : Dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren
Santri-santri Negarawan Majapahit sebelum Walisongo dan
Babat Pondok Tegalsari
Penulis : Drs. Haris Daryono Ali Haji, SH, MM
Penerbit : Bagaskara Yogjakarta
Tahun : 2006
Jumlah Halaman : 285

Penulis berlatar belakang Birokrat yaitu staf ahli Bupati Tulungagung, karena terusik melihat tercecerannya peningalan sejarah nenek buyutnya dan mungkin juga nenek buyut kita yang tersebar disekitar daerah Jawa Timur, khususnya yang berkaitan dengan Raja-raja Majapahit yang bernama Brawijaya dan trah keturunannya telah memeluk agama Islam dan oleh penulis disebut santri-santri Negarawan Majapahit. Dalam penelitian sebelumnya nama Brawijaya sempat terjadi kekosongan, sehingga sulit untuk melacak sisilah berikutnya, dengan semangat yang tinggi penulis mengumpulkan bukti-bukti arkeologis dan kajian pustaka. ditemukan sisilah keberadaan tokoh Brawijaya I.


Penyebaran agama Islam kebumi Nusantara ada dua pendapat. Pendapat pertama agama Islam masuk ke Nusanatara sejak pada abab ke VII M . Pendapat ini didukung adanya berita China yang melaporkan bahwa Raja Ta-Shih meletakan kantung emas di kota Kalingga. Pendapat kedua agama Islam masuk pada abad ke XI M hingga XIII M, pendapat ini didukung oleh adanya batu bertulis Lobu Tua ( Barus) yang berangka tahun 1088, Kerajaan Perlak, Kerajaan Samodera Pasai.

Masuk agama Islam di Jawa Timur petunjuk antara lain: (1) makam Fatimah Binti Maimun berangka tahun 1082 di Leran (Gresik). (2) Arkeologis di Tralaya (Troloyo) ditemukan nisan muslim berangka tahun 1281 M , 1282 M dan (3) Batu nisan muslim Tralaya berangka tahun 1368 M, ini artinya apa bahwa pada masa Majapahit telah terdapat tokoh-tokoh/pejabat/bangsawan yang menganut agama Islam. Hal ini bersamaan dengan runtuhnya masa kejayaan Raja Hayam Wuruk (1350-1389).
Dari seting sejarah itu penulis menarik benang merah cikal bakal (pejabat/tokoh-tokoh/bangsawan) yang beragama Islam (Santri Majapahit) pada masa Majapahit dan keturunannya sebagai perintis pondok pesantren di Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.

Buku “Dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren” didalamya menguraikan sisilah para Patih yang telah menjadi santri dan memeluk Agama Islam ditengah-tengah komunitas masyarakat yang beragama Hindu, Budha, dan ada tambah pemeluk kepercayaan (pada waktu dimungkin ada aliran kepercayaan di Jawa, buktinya Punden, tradisi nyekar), tokoh terakhir menurut buku tersebut setelah Kerajaan Majapahit surut adalah Abdul Mursyad sebagai putra dari Raden Demang atau Adipati Panular III

Abdul Mursyad mempunyai putra bernama Kyai Ageng Anom Besari, Kyai Ageng Anom Besari mempunyai tiga anak laki-laki yaitu (1) Kyai Ketib Anom Besari, di Srigading Kalangbret Tulungagung, (2) Kyai Ageng Mochamad Besari, di Tegalsari, Ponorogo, dan (3) Kyai Noer Sodiq, di Tegalsari, Ponorogo. Dan berturut-turut sebagai berikut: Kyai Ageng Mochamad Besari, Kyai Ageng Ilyas, Kyai Ageng Kasan Yahya, Kyai Ageng Kasan Besari II, Kyai Ageng Kasan Anom I, Kyai Ageng Kasan Chalifah, Kyai Ageng Kasan Anom II, Kyai Ageng Kasan Anom III, Kyai Ageng Kasan Ismangil, Kyai Ageng Kasan Ngalim, Kyai Ageng Raden Achmad Amin Adikusumo, dan yang terakhir Kyai Ageng Alyunani, begitulah pemangku pnodek Tegalsari dan berakhir tahun pada tahun 1963 setelah Besilt dari Kasunanan Kartasura di cabut.

Penulisan “Dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren” masih ada sedikit pertanyaan yang mengusik hati ini antara lain: mengapa candi, petilasan diseluruh Pulau Jawa terkubur pasir, apa yang terjadi pada jaman itu terjadi letusan gunung-gunung, atau sengaja dikubur dan ada sedikit kesalah cetak misal aunora ( maksudnya apa aura), imbrio (apa embrio), akan tetapi pada umumya menarik untuk dibaca dan dijadi bahan rujukan dan mudah-mudahan tulisan Haris Daryono Ali Haji menggugah kawula muda, guru, pemerhati sejarah, kebudayaan lokal, semisal di Kabupaten Tulungagung ditelusuri jejak sejarah pondok pesantren yang didirikan oleh Putra Kyai Ageng Anom Besari, yaitu Kyai Ketib Anom Besari (putra 1).
Bedah Buku: pada tanggal 12 Maret 2009) SEMOGA AYO TETAP BELAJAR

MGMPS UJUNG TOMBAK PENINGKATAN MUTU GURU


Rasionalisasi
Sebagaimana kita ketahui, MGMP merupakan suatu forum atau wadah profesional guru mata pelajaran yang berada pada suatu wilayah kabupaten/kota/kecamatan/sanggar/gugus sekolah. Ruang lingkupnya meliputi semua guru mata pelajaran dan Guru Bimbingan Konseling baik yang sudah diangkat, guru honorer maupun guru sukarela.
Prinsip kerjanya adalah cerminan kegiatan "dari, oleh, dan untuk guru" Atas dasar ini, maka MGMP merupakan organisasi nonstruktural yang bersifat mandiri, berasaskan kekeluargaan, dan tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga lain. MGMPS perlu diberdayakan mengingat antara lain sebagai berikut:


1. Variasinya kemampuan guru mata pelajaran dan pembimbing dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/layanan bimbingan
2. Perbedaan tingkat pendidikan guru serta relevansi dengan tugasnya
3. Tuntuntan hak azasi manusia (HAM) dapat mengakibatkan problem tersendiri bagi guru
4. Tuntutan kemajuan Ilmu dan teknologi
5. Peningkatan kompetensi guru memerlukan wadah sebagai tempat curah gagasan, berdiskusi, berkumunikasi dan memecahkan masalah-masalah pebelajar maupun pembelajaran oleh sebab itu agar mgmp dapat berjalan efektif dan efisien maka di sekolah dibentuk MGPMS

Dasar
1. UU nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional
2. UU nomor 14 tahun tahun 2005 tentang guru dan dosen
3. PP nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional
4. Permendiknas 22, 23 dan 24
5. Permendiknas nomor 74 tentang guru
6. Kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah untuk peningkatan kemampuan keprofesionalisme guru dan tenaga kependidikan

Tujuannya
1. Untuk mengurangi bahkan menghilangkan kesenjangan tingkat kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya
2. Untuk menumbuhkan kegairahan guru untuk meningkatan keprofesional dalam merangcang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran
3. Membantu guru mengenai teknik educatif yang berkaitan dengan keilmuannya, Ilmu dan teknologi,
4. Untuk ikut berpartisipasi dalam merencanakan hal-hal yang strategis

Peran
Selain itu, MGMP pun dituntut untuk berperan sebagai : Pertama, reformator, dalam reform, terutama dalam reorientasi pembelajaran efektif; Kedua, mediator, dalam pengembangan dan peningkatan kompetensi guru, terutama dalam pengembangan kurikulum dan sistem pengujian; Ketiga, supporting agency, dalam inovasi manajemen kelas dan manajemen sekolah; Keempat, collaborator, terhadap unit terkait dan organisasi profesi yang relevan; Kelima, evaluator dan developer school reform dalam konteks MPMBS; dan Terakhir, clinical dan academic supervisor, dengan pendekatan penilaian appraisal.

Fungsi
1. Menyusun program jangka panjang, menengah, dan pendek serta mengatur jadwal kegiatan secara rutin
2. Memotivasi guru untuk mengikuti kegiatan
3. Sebagai tempat pengembangan dan peningkatan kualitas melalui teman sejawat
4. Sebagai wahana untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru pembuatan silabus, pembuatan RPP, analisis materi, evaluasi dan pengelolaan pembelajaran.
5. Mengupayakan lokakarya, simposium dan sejenisnya atas dasar inovasi manajemen kelas, manajemen pembelajaran efektif (seperti : PAKEM-Pendekatan Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan-, joyful and quantum learning, hasil classroom action research, hasil studi komparasi atau berbagai studi informasi dari berbagai nara sumber, dan lain-lain
6. merumuskan model pembelajaran yang variatif dan alat-alat peraga praktik pembelajaran program Life Skill, baik Broad Based Education (BBE) maupun High Based Education (HBE);
7. Sebagai media desiminasi informasi pendidikan, pembaharuan, dan pengembangan kurikulum

MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK


Upaya meningkatkan mutu pembelajaran Kewarganegaraan pada khususnya, diperlukan perubahan pola pikir yang digunakan sebagai landasan dalam pembelajaran. Degeng (2001) mengatakan reformasi pendidikan harus dimulai dari bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajar, bukan semata-mata pada hasil belajar, tujuan yang penting dari pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan mental yang memungkinkan seseorang dapat belajar. Jadi belajar sendirilah yang menjadi tujuan belajar. Menurut UNESCO pembelajaran memiliki pilar yaitu: (1) pembelajaran untuk menjadi tahu, memperoleh pengetahunan (learning to know). (2) juga harus terjadi pembelajaran untuk berbuat (learning to do), (3) pembelajaran membangun diri sendiri (learning to be), dan (4) pembelajaran untuk hidup bersama (learning to live together) Ardhana (1997).

Jumat, 13 Maret 2009

PERAN ORANG TUA DALAM PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA

Hari Jumat itu, kepalaku agak pusing, mungkin akibat jatuh dari sepeda pancal 4 bulan yang lalu kambuh. Kendaraan sudah ku hidupkan. ”Bu .... bu, sebentar ” panggil teman guru. ” Wonten punopa ?” jawabku. Aku turun, dan kembali masuk keruang guru. Ternyata waktu jam pelajaran teman guru tadi ada anak membawa HP yang berisi gambar porno, dilihat bersama teman sebangkunya. ”Oh ... ” pusingku langsung hilang. Dan terjadi dialog, diskusi, tukar informasi antara bapak/ibu yang ada diruang guru tersebut. Akhirnya terekam cerita sebagai berikut:

MUSUH UTAMAKU ADALAH KEMALASANKU


Di era global, era serba cepat, era semrawut, era yang sulit diprediksi, era krisis multidemensi dan apalagi mananya ini, memerlukan konsisten, komitmen, daya tahan, daya tangkal, motivasi diri yang sangat tinggi, diusahakan dengan telaten dan sabar agar dapat hidup dan berkembang kearah yang lebih baik.
Aku teringat sebuah syair :

Kamis, 05 Maret 2009

CANDI GAYATRI SEBAGAI SUMBER BELAJAR

Dalam proses pembelajaran dituntut kemampuan merancang pembelajaran dari para guru. Kemampuan merancangan pembelajaran termasuk dalam pemanfaatan /penggunaan sumber-sumber pembelajaran yang dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran tersebut. Kemampuan dimaksud adalah guru mengetahui apa, dan bagaimana cara-cara memanfaatkan sumber-sumber tersebut yang terdapat di lingkungan sekitarnya.